Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan salah satu program pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi kualitas pendidikan di berbagai jenjang.
Program evaluasi ini dilaksanakan untuk meningkatkan mutu Pendidikan dengan cara menguji proses dan hasil pembelajaran di seluruh satuan Pendidikan. Melalui ANBK, diharapkan dapat diperoleh data yang akurat mengenai kemampuan siswa dan mutu pendidikan di sekolah-sekolah.
Pelaksanaan ANBK di MTs KHA. Wahid Hasyim Bangil dilakukan selama 2 hari yakni pada tanggal 09 – 10 September 2024. Pelaksanaan ANBK diikuti oleh beberapa peserta didik pada jenjang SMP /MTs kelas VIII yang dipilih secara acak langsung dari Kementerian Pendidikan untuk mewakili sekolah. Kegiatan ANBK dilaksanakan dengan 2 sesi, diantaranya sesi 1 dimulai pada pukul 07.30 – 09.40 menit, sedangkan sesi 2 dimulai pada pukul 10.40 – 12.50 menit.
NBK dilaksanakan dengan 3 instrumen, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. AKM digunakan untuk mengukur kemampuan literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) para siswa. Sementara survei karakter digunakan untuk mengetahui sikap, nilai keyakinann dan kebiasaan yang mencerminkan siswa. Sedangkan survei lingkungan belajar siswa digunakan untuk mengukur kualitas berbagai aspek dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan ANBK merupakan langkah positif dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi, ANBK tidak hanya menilai kemampuan siswa, tetapi juga memberikan data yang diperlukan untuk perbaikan sistem pendidikan secara keseluruhan. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan kesuksesan program ini demi masa depan pendidikan yang lebih baik.